Perajin Kopi Luwak Kesulitan Modal Usaha

Desember 11th, 2010 by kopitozie

Para perajin kopi luwak di Way Mengaku, Liwa, Kabupaten Lampung Barat, kesulitan modal untuk pengembangan usaha. Apalagi, usaha kopi luwak membutuhkan biaya operasional harian yang sangat tinggi.

Gunawan S. (41), ketua kelompok kerja perajin kopi luwak Ratu Luwak di Gang Pekonan Way, Mengaku, mengatakan, mayoritas perajin kopi luwak di daerahnya belum tersentuh bantuan permodalan yang kompetitif dari pemerintah.

“Padahal, biaya operasional kami ini sangat tinggi. Satu luwak saja membutuhkan biaya operasional Rp 55.000 per hari,” ujar pemilik merek dagang Ratu Luwak ini ditemui di rumahnya, Jumat (10/12/2010).

Biaya operasional sebesar ini dibutuhkan untuk memberi pakan berupa kopi segar kualitas terbaik, pisang, daging, dan susu. Biaya investasi juga tidak kalah tinggi, yaitu untuk pembuatan kandang, alat masak, dan mesin penggiling.

Tahun Ini, Penumpang Lebaran Bakal Naik 8,5%

Juli 15th, 2010 by kopitozie

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan jumlah penumpang berbagai moda angkutan Lebaran 2010 rata-rata naik 8,5% dibanding tahun lalu.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi merinci, perkiraan jumlah penumpang angkutan udara naik paling tinggi dibanding moda angkutan lainnya.

“Tahun ini penumpang pesawat saat Lebaran diperkirakan sebanyak 1,97 juta atau naik 15% dibanding 2009 sebanyak 1,71 juta penumpang,” kata Freddy, Rabu (14/7) malam.

Posisi kedua perkiraan jumlah penumpang yang kenaikannya tinggi adalah untuk kapal penyeberangan yang naik 13,4% dari 3,19 juta tahun lalu menjadi 3,69 juta pada Lebaran tahun ini.

Moda angkutan laut naik 12% dari 1,09 juta menjadi 1,23 juta penumpang. Moda angkutan Kereta Api naik 1,62% menjadi 3,18 juta penumpang dari 3,13 juta. Terakhir moda angkutan jalan hanya naik sedikit dari 5,38 juta penumpang menjadi 5,43 juta atau 0,91%.

Untuk memastikan pemudik bisa sampai ke kampung halamannya, Kemenhub juga sudah menyiapkan sarana antara lain 34.358 bus dengan kapasitas 16,55 juta penumpang, 214 kereta api dengan kapasitas 3,75 juta penumpang, 261 pesawat dengan kapasitas 1,97 juta penumpang.

Sementara prediksi sepeda motor dan mobil pribadi yang digunakan untuk mudik juga meningkat. Untuk sepeda motor kenaikannya diperkirakan 14,96% dibanding tahun lalu menjadi 3,61 juta sepeda motor. Mobil naik 4,6% dibanding tahun lalu menjadi 1,37 juta mobil pribadi.

“Namun ada sejumlah masalah yang harus diantisipasi pemerintah maupun juga pemudik saat Lebaran nanti. Antara lain kemungkinan kemacetan karena pembangunan fly over Merak, pembangunan fly over Gebang, simpang Pejagan, perlintasan Sumpiuh, dan ruas jalan nagrek,” imbuhnya.

Faktor cuaca buruk, terhambatnya pasokan BBM, lonjakan sepeda motor, perubahan tanggal lebaran dan kesiapan armada juga menurut Freddy harus diantisipasi.